Iklan click to WhatsApp melaporkan metrik yang rapi: jangkauan, biaya per pesan dimulai, jumlah percakapan. Semuanya berhenti persis di titik pelanggan mengirim pesan pertama. Apa yang terjadi setelah itu, siapa yang membalas, berapa lama, dan berapa yang akhirnya membeli, ada di luar jangkauan platform iklan.
Akibatnya perdebatan lama terjadi di banyak perusahaan. Tim marketing menunjukkan biaya per lead yang murah. Tim sales bilang lead-nya tidak berkualitas. Tidak ada yang bisa membuktikan siapa yang benar, karena data putus di tengah jalan.
Rantai yang seharusnya utuh terdiri dari lima simpul: iklan, klik, percakapan, kualifikasi, transaksi. Yang tersedia di Ads Manager hanya tiga simpul pertama. Dua simpul terakhir hidup di WhatsApp dan di kepala tim sales.
Untuk menyambungnya, Anda butuh satu hal: setiap percakapan yang masuk harus membawa identitas iklan asalnya, dan identitas itu harus ikut sampai ke tahap transaksi.
Pertama, menilai kampanye terlalu cepat. Untuk siklus penjualan tiga puluh hari, membandingkan kampanye setelah satu minggu hampir pasti menghasilkan kesimpulan salah.
Kedua, mematikan kampanye berdasarkan biaya per pesan dimulai. Metrik ini paling mudah dioptimasi dan paling tidak berhubungan dengan pendapatan.
Ketiga, mengabaikan variabel kecepatan respons. Kalau lead dari kampanye A dibalas dalam lima menit dan kampanye B dibalas dalam enam jam, Anda sedang membandingkan kualitas tim, bukan kualitas iklan.
Ketika sumber iklan menempel pada percakapan, respons otomatis bisa disesuaikan per kampanye. Lead dari iklan promo bisa langsung menerima detail promo tersebut, bukan sapaan generik. Ini sekaligus menaikkan konversi dan mengurangi beban tim.
Selain itu, laporan ke manajemen berubah bentuk. Alih-alih menyajikan jangkauan dan impresi, tim marketing bisa menunjukkan berapa rupiah pendapatan yang berasal dari setiap kampanye. Percakapan tentang anggaran iklan menjadi jauh lebih mudah.
Untuk membaca data referral iklan secara andal dan menyimpannya otomatis, jalur API resmi jauh lebih rapi dan stabil.
Selama percakapan dimulai dari tautan iklan, informasi sumber tetap terbawa. Yang perlu diatur adalah jendela atribusi Anda.
Tetapkan aturan sejak awal, umumnya sumber pertama untuk mengukur akuisisi dan sumber terakhir untuk mengukur pendorong closing. Yang penting aturannya konsisten.
Bisa, selama tautan menuju WhatsApp membawa parameter kampanye yang tersimpan saat percakapan dibuat.
Ambil satu kampanye aktif, pastikan sumbernya tersimpan di setiap percakapan, lalu ikuti sampai tahap menang selama satu siklus penjualan penuh. Angka pengembalian belanja iklan yang muncul biasanya sangat berbeda dari dugaan awal. Pelajari alurnya di halaman solusi WhatsCRM Hub.
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Sign in to leave a comment
3 Comment