Biaya mendapatkan satu lead properti jauh lebih tinggi daripada kebanyakan industri, sementara siklus penjualannya paling panjang. Satu agen bisa menghabiskan tiga minggu mendampingi calon pembeli, termasuk survei lokasi di akhir pekan, untuk kemudian mendapati orang tersebut sebenarnya belum punya dana sama sekali.
Masalahnya bukan kurangnya lead, melainkan tidak adanya cara memisahkan mana yang layak diberi waktu. Dan waktu adalah satu-satunya persediaan yang tidak bisa ditambah agen properti.
Kualifikasi properti bisa disederhanakan menjadi empat hal, dan hampir semuanya muncul secara alami dalam percakapan kalau agen tahu apa yang harus didengar.
Lead seperti ini tidak perlu dibuang. Yang perlu dilakukan adalah memindahkannya ke jalur pemeliharaan otomatis, bukan jalur pendampingan personal.
Cara paling efisien mengelola lead properti adalah memisahkan mereka ke tiga perlakuan berbeda:
Kesalahan paling umum di kantor properti adalah memberikan perlakuan jalur cepat kepada semua orang, yang berakibat agen kehabisan tenaga dan lead terbaik justru dibalas terlambat.
Pada produk bernilai besar, pembeli hampir selalu menghubungi lebih dari satu penjual sekaligus. Agen yang membalas lebih dulu bukan hanya mendapat perhatian, tapi juga menetapkan kerangka perbandingan. Karena itu waktu respons pertama pada bisnis properti berdampak jauh lebih besar dibanding industri lain, dan itu berlaku terutama di luar jam kerja ketika calon pembeli punya waktu luang untuk mencari.
Di industri properti, perpindahan agen adalah hal biasa. Kalau seluruh percakapan ada di HP pribadi agen, maka basis prospek kantor ikut pindah ketika agen pindah. Menyimpan percakapan pada sistem kantor dengan riwayat lengkap adalah cara paling sederhana melindungi aset ini, sekaligus memungkinkan serah terima lead berjalan tanpa kehilangan konteks.
Skor kualifikasi sebaiknya dipakai untuk mengurutkan prioritas, bukan untuk menolak orang. Lead berskor rendah tetap dilayani, hanya lewat jalur yang lebih hemat waktu.
Justru di situ jalur pengasuhan bernilai. Sebagian besar transaksi properti terjadi jauh setelah kontak pertama, dan yang menang adalah pihak yang masih ada di ingatan pembeli.
Berlaku, dengan bobot variabel yang berbeda. Pada sewa, rentang waktu jauh lebih dominan dibanding kesiapan dana.
Ambil seratus percakapan terakhir kantor Anda, tandai mana yang berujung transaksi, lalu lihat sinyal apa yang muncul lebih awal pada kelompok itu. Pola tersebut adalah kriteria kualifikasi Anda sendiri. Detail di halaman solusi.
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Sign in to leave a comment
3 Comment